Skip to main content

Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. Dalam melakukan analisis statistik, perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik. Tidak sembarangan jenis data dapat digunakan oleh alat uji tertentu. Macam-macam skala pengukuran dapat berupa skala nominal, ordinal, interval dan ratio.

○ Skala Nominal
Pengukuran dengan skala nominal merupakan tingkat mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari obyek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti.
Contoh : mengkategorikan pegawai pria dan wanita.
Skala nominal akan menghasilkan data yang disebut data nominal atau data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diobservasi.

○ Skala Ordinal
Skala (ukuran) ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang sesuatu yang menjadi ‘lebih’ atau ‘kurang’ dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti.
Contoh : mengukur kejuaraan olah raga, prestasi kerja, senioritas pegawai.

○ Skala Interval
Merupakan tingkat pengukuran ke tiga, dimana pemberian angka pada set objek yang memilih sifat ordinal, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya).
Contoh : Angka 0 (nol) untuk thermometer memiliki makna yang sangat berpengaruh dan bukan berarti dapat diabaikan.

○ Skala Rasio
Merupakan tingkat pengukuran tertinggi, dimana ukuran ini mencakup semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0).
Contoh : penghasilan pegawai 0 (berarti pegawai itu tidak menerima uang sedikitpun).

Tipe Skala Pengukuran lain..

Comments

Rimsyah said…
data nominal ,uji realibilitasnya pake apa?
eXTReMe Tracker
free counters

Popular posts from this blog

Nonprobability sampling

Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling non peluang meliputi:

a. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

b. Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

c. Judgement Sampling
Cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli

d. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.

e. Sampl…

CONTOH KUESIONER KONSUMEN

Kepada Yth : bpk / ibu / sdr responden

Untuk keperluan dalam menyusun Tugas Akhir, Saya dengan bio data sebagai berikut;
Nama : Andi …..
NRP : 980156xxx
Alamat : Jln. Xxxxxx No.xxx
No tlp : 021-530xxxx
Universitas xxxxxxxxxxxx Jurusan xxxxxxxxxxxxx

Pada saat ini sedang menyusun Tugas Akhir dengan judul :

“IDENTIFIKASI VARIABEL XXXXX DAN PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN.”

Sangat mengharapkan partisipasi anda untuk dapat meluangkan sedikit waktu dan dapat membantu saya dalam menjawab beberapa pertanyaan.

Petunjuk Pengisian :

1. Kolom Sebelah Kiri
Adapun harapan bapak/ibu/saudara sekalian terhadap provider internet yang ideal.
Keterangan :
SP : Sangat Penting
P : Penting
R : Ragu-ragu
TP : Tidak Penting
STP : Sangat Tidak Penting


Contoh Pengisian untuk kolom sebelah kiri:

SP P R T P STP PERTANYAAN
√ Penampilan seragam pegawai yang bekerja cukup menarik
√ Penampilan seragam kerja pegawai yang bekerja cukup rapih








2. Kolom Sebelah Kanan
Adapun persepsi bapak/ibu/saudara sekal…

Konsep Kepuasan Konsumen

Kepuasan Pelanggan
Kotler menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya, sedangkan Wilkie mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosial pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa. (Tjiptono,1997).
Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan konsumen.
Soelasih (2004; h 86) mengemukakan bahwa :
1. nilai harapan = nilai persepsi konsumen puas
2. nilai harapan < nilai persepsi maka konsumen sangat puas
3. nilai harapan > nilai persepsi maka konsumen tidak puas
Nilai harapan dibentuk melalui pengalaman masa lalu, komentar atau saran dari pengguna dan informasi…