Skip to main content

Sistematika Penulisan

Adapun penulisan skripsi ini dibagi dalam enam bab. Setelah Bab I ini yang berisi Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan, bab-bab berikut penulis bagi menjadi :

BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai masalah yang melatar belakangi penelitian dengan merumuskan masalah yang timbul, dan juga menentukan tujuan penelitian dengan merumuskan masalah yang timbul, dan juga menentukan tujuan penelitian serta batasan penelitian agar studi yang dilakukan lebih terarah.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini berkaitan dengan pemaparan teori-teori yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan melalui studi literatur. Landasan teori tersebut akan digunakan sebagai kerangka dan bersumber dari buku-buku pustaka sebagai dasar pemikiran dari penelitian ini.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini menggambarkan tahapan-tahapan yang ditempuh penulis dalam bentuk diagram alir dan disertai penjelasan untuk masing-masing langkah dalam memecahkan masalah

BAB 4 PENGUMPULAN DATA
Dalam bab ini ditujukan untuk pengumpulan data-data yang diperoleh dan diperlukan dalam penelitian dapat diolah dan digunakan untuk tahapan selanjutnya, sesuai kebutuhan.

BAB 5 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS
Dalam bab ini terdapat pengolahan data-data yang telah didapatkan dalam penelitian, dan juga analisis serta perbandingan dengan teori yang ada.

BAB 6 KESIMPULAN
Dalam bab ini ditujukan untuk kesimpulan-kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil analisis untuk menjawab permasalahan. Selain itu, diberikan juga saran dari penulis mengenai permasalahan dan pemecahannya bagi penyedia jasa SPEEDY.

Contoh Abstract

Comments

eXTReMe Tracker
free counters

Popular posts from this blog

Nonprobability sampling

Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling non peluang meliputi:

a. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

b. Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

c. Judgement Sampling
Cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli

d. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.

e. Sampl…

CONTOH KUESIONER KONSUMEN

Kepada Yth : bpk / ibu / sdr responden

Untuk keperluan dalam menyusun Tugas Akhir, Saya dengan bio data sebagai berikut;
Nama : Andi …..
NRP : 980156xxx
Alamat : Jln. Xxxxxx No.xxx
No tlp : 021-530xxxx
Universitas xxxxxxxxxxxx Jurusan xxxxxxxxxxxxx

Pada saat ini sedang menyusun Tugas Akhir dengan judul :

“IDENTIFIKASI VARIABEL XXXXX DAN PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN.”

Sangat mengharapkan partisipasi anda untuk dapat meluangkan sedikit waktu dan dapat membantu saya dalam menjawab beberapa pertanyaan.

Petunjuk Pengisian :

1. Kolom Sebelah Kiri
Adapun harapan bapak/ibu/saudara sekalian terhadap provider internet yang ideal.
Keterangan :
SP : Sangat Penting
P : Penting
R : Ragu-ragu
TP : Tidak Penting
STP : Sangat Tidak Penting


Contoh Pengisian untuk kolom sebelah kiri:

SP P R T P STP PERTANYAAN
√ Penampilan seragam pegawai yang bekerja cukup menarik
√ Penampilan seragam kerja pegawai yang bekerja cukup rapih








2. Kolom Sebelah Kanan
Adapun persepsi bapak/ibu/saudara sekal…

Konsep Kepuasan Konsumen

Kepuasan Pelanggan
Kotler menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya, sedangkan Wilkie mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosial pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa. (Tjiptono,1997).
Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan konsumen.
Soelasih (2004; h 86) mengemukakan bahwa :
1. nilai harapan = nilai persepsi konsumen puas
2. nilai harapan < nilai persepsi maka konsumen sangat puas
3. nilai harapan > nilai persepsi maka konsumen tidak puas
Nilai harapan dibentuk melalui pengalaman masa lalu, komentar atau saran dari pengguna dan informasi…