Pengujian Reliabilitas

Realibilitas adalah tingkat kepercayaan hasil suatu pengukuran. Ujian Reliabilitas alat ukur dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal, pengujian dapat dilakukan test-retest, equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal, reliabilitas alat ukur dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu. Menurut Kaplan dan Saccuzo (1993), metode perhitungan realibilitas dikelompokkan berdasar sumber measurement sebagai berikut:

1. Test Retest reliability
Alat ukur penelitian yang reliabilitasnya diuji dengan test retest dilakukan dengan cara mencobakan alat ukur beberapa kali kepada responden. Jadi, dalam hal ini alat ukurnya sama, respondennya sama, dalam waktu yang berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan yang berikutnya. Bila koefisien korelasi positif dan signifikan, maka instrument tersebut sudah dinyatakan reliable. Metode ini merupakan perhitungan yang paling baik untuk mengetahui penyebab timbulnya kesalahan yang berkaitan dengan waktu.

2. Equivalen
Pengujian reliabilitas alat ukur dengan cara ini cukup dilakukan sekali, tetapi alat ukurnya ada dua, pada responden yang sama, waktu yang sama. Alat ukur yang ekivalen adalah pernyataan secara bahasa berbeda, tetapi maksudnya sama. Reliabilitas alat ukur dihitung dengan cara mengkorelasikan antara data alat ukur yang satu dengan data alat ukur yang dijadikan ekivalen. Bila korelasinya positif dan signifikan, maka alat ukur dapat dinyatakan reliabel.

3. Gabungan
Pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan cara mencoba dua alat ukur yang ekivalen itu beberapa kali ke responden yang sama. Ini merupakan gabungan cara pertama dengan cara kedua. Reliabilitas instrumen dilakukan dengan mengkorelasikan dua instrumen yang ekivalen pada pengujian pertama, setelah itu dikorelasikan secara silang. Jadi, dengan dua kali pengujian dalam waktu yang berbeda, akan dapat dianalisa enam koefisien reliabilitas. Bila keenam koefisien korelasi itu kesemuanya positif dan signifikan, maka dapat dikatakan bahwa alat ukur tersebut reliabel.

4. Internal Consistency
Pengujian reliabilitas alat ukur Internal Consistency, dilakukan dengan cara mencoba alat ukur cukup hanya sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas alat ukur. Pada penelitian pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi sumber variasi alat tes yang tunggal, diantaranya :

◙ Alpha Cronbach
Metode yang digunkan untuk menghitung reabilitas suatu tes yang tidak mempunyai pilihan ‘benar’ atau ‘salah’ maupun ‘ya’ atau ‘tidak’. Alpha Cronbach sangat umum digunakan, sehingga merupakan koefisien yang umum untuk mengevaluasi interval consistency. Penulis menggunakan SPSS versi 13 dalam menguji Validitas

◙ Split half method
Metode perhitungan reabilitas yang dilakukan dengan cara memberikan suatu test pada sejumlah subyek yang kemudian tes tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama beasar. Kedua hasil akan dibandingkan, dan apabila mendapat korelasi positif dan hasil korelasinya cukup tinggi, maka dapat dikatakan bahwa test tersebut adalah reliable.

Contoh Proposal

Comments

Kalau tidak keberatan saya hanya sekedar sharing tentang uji validitas. saya
sharing uji validitas dalam bentuk video bagi yang ingin tahu dapat kunjungi
blog saya http://video-tutorial-spss.blogspot.com sebelum ke blog saya anda
berikan komentar kepada blog ini sebagai tanda terima kasih
Anonymous said…
bagus neh penjelasannya,,,thanks yah bwat sharenya =) keep going!!
holic said…
terimakasih bro.. itu penjelasan ex- tugas akhir saya beberapa tahun yang lalu..

Popular Posts