Skip to main content

Penentuan Sample dan Penyebaran Kuesioner Awal

Menentukan jumlah sampel dalam suatu penelitian akan sangat mempengaruhi valid atau tidaknya hasil penelitian tersebut. Sampel yang digunakan adalah sample Kuota, karena pemilihan sampel yang diambil secara acak sampai jumlah minimum bisa tercapai.
Menentukan ukuran sampel dilakukan dengan Rumus Matematis Nawawi, sebagai berikut :


dimana:
: Derajat Koefisien
p : Populasi Kelompok Pertama
q : Proporsi Sisa Dalam Populasi (1- p)
b : Presentasi Perkiraan Kemungkinan Kesalahan Dalam Membuat Sampel
n : Jumlah Sampel

Ukuran sampel untuk kuesioner data awal diperlukan minimal berjumlah 30 buah berdasar atas ketentuan statistik untuk mengikuti distribusi normal. Hasil dari penyebaran kuesioner yang sudah dikumpulkan masih perlu diseleksi lagi, dimana kuesioner yang kembali akan digunakan untuk pengolahan data hanya yang sah saja yaitu kuesioner yang telah terisi dengan benar. Namun penyebaran yang penulis lakukan sebanyak 60 buah dan dari 60 kuesioner yang dibagikan terdapat 6 tidak dikembalikan dan 3 pengisiannya dilakukan tidak benar.
Sehingga dari keseluruhan kuesioner yang dikumpulkan, sebanyak 51 yang dinyatakan layak untuk diolah dalam tahap selanjutnya. Kuesioner dikatakan tidak memenuhi syarat jika dalam kuesioner jawabannya tidak lengkap (ada pertanyaan yang tidak dijawab) atau kuesioner yang jawabannya tidak jelas. Yang dimaksud dengan jawaban tidak jelas apabila ada jawaban ganda dan tidak dijawab. Setelah dikumpulkan dan diseleksi, kemudian dari kuesioner yang sah akan digunakan dalam pengolahan data.

Contoh Proposal

Comments

eXTReMe Tracker
free counters

Popular posts from this blog

Nonprobability sampling

Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling non peluang meliputi:

a. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

b. Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

c. Judgement Sampling
Cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli

d. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.

e. Sampl…

CONTOH KUESIONER KONSUMEN

Kepada Yth : bpk / ibu / sdr responden

Untuk keperluan dalam menyusun Tugas Akhir, Saya dengan bio data sebagai berikut;
Nama : Andi …..
NRP : 980156xxx
Alamat : Jln. Xxxxxx No.xxx
No tlp : 021-530xxxx
Universitas xxxxxxxxxxxx Jurusan xxxxxxxxxxxxx

Pada saat ini sedang menyusun Tugas Akhir dengan judul :

“IDENTIFIKASI VARIABEL XXXXX DAN PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN.”

Sangat mengharapkan partisipasi anda untuk dapat meluangkan sedikit waktu dan dapat membantu saya dalam menjawab beberapa pertanyaan.

Petunjuk Pengisian :

1. Kolom Sebelah Kiri
Adapun harapan bapak/ibu/saudara sekalian terhadap provider internet yang ideal.
Keterangan :
SP : Sangat Penting
P : Penting
R : Ragu-ragu
TP : Tidak Penting
STP : Sangat Tidak Penting


Contoh Pengisian untuk kolom sebelah kiri:

SP P R T P STP PERTANYAAN
√ Penampilan seragam pegawai yang bekerja cukup menarik
√ Penampilan seragam kerja pegawai yang bekerja cukup rapih








2. Kolom Sebelah Kanan
Adapun persepsi bapak/ibu/saudara sekal…

Konsep Kepuasan Konsumen

Kepuasan Pelanggan
Kotler menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya, sedangkan Wilkie mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosial pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa. (Tjiptono,1997).
Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan konsumen.
Soelasih (2004; h 86) mengemukakan bahwa :
1. nilai harapan = nilai persepsi konsumen puas
2. nilai harapan < nilai persepsi maka konsumen sangat puas
3. nilai harapan > nilai persepsi maka konsumen tidak puas
Nilai harapan dibentuk melalui pengalaman masa lalu, komentar atau saran dari pengguna dan informasi…